Kategory
- ALDHI (11)
- IWAN (31)
- Kisah-kisah Nabi dan Rasul (9)
- SHOLEH (38)
Pengikut
Diberdayakan oleh Blogger.
Senin, 14 Februari 2011
KESEDERHANAAN DALAM SEGALA HAL MERUPAKAN DASAR ISLAM YANG MEREBUT RASA KEKAGUMAN SAYA
11.10 | Diposting oleh
Aldhi Albadri |
Edit Entri
KOLONEL DONALD S. ROCKWELL (PENYAIR DAN KRITIKUS) :
Kemudahan ajaran Islam, daya tarik dan keagungan suasana masjid, kesungguhan kaum muslimin memegang kepercayaan, iman yang mempengaruhi amal perbuatan, dari bermiliun-miliun kaum muslimin yang tersebar di seluruh dunia, yang memenuhi panggilan salat lima kali sehari semalam, semua faktor itulah yang mula-mula menarik perhatian saya. Tetapi, sesudah memutuskan untuk menjadi pemeluk Islam saya masih menemukan lebih banyak lagi sebab-sebab lain yang memperkuat keputusan saya. Suatu konsep hidup yang matang dari Nabi saw. yang dipadu dengan praktik, suatu pengarahan yang bijaksana, anjuran berbuat baik dan berkasih sayang, cinta kasih kemanusiaan yang luas, dan perintis deklarasi hak-hak kaum wanita, semua itu dan masih banyak lagi yang lain bagi saya merupakan saksi hidup atas kebolehan Islam ini yang dibawakan oleh seorang kelahiran Mekah dalam sabdanya yang singkat, bijaksana, dan berpengaruh. “Ikatlah dulu untamu, baru kemudian bertawakal kepada Allah.” Begitulah sabda Rasulullah saw. Dengan kata-katanya itu, beliau memberikan sistem keagamaan dalam perbuatan sehari-hari. Jadi, beliau tidak menyuruh kita percaya kepada adanya kekuatan gaib yang menjaga, padahal kita sendiri bersikap lengah. Beliau mengajarkan bahwa jika kita telah berbuat secara benar menurut kemampuan, kita boleh percaya atas apa yang akan terjadi sebagai kehendak Allah SWT.
Keluasan toleransi Islam terhadap agama lain menyebabkan Islam lebih dekat kepada orang-orang yang mencintai kebebasan. Muhammad saw. menyerukan kepada para pengikutnya supaya bergaul dengan baik dengan para penganut Perjanjian Lama (Old Testament atau Taurat) dan Perjanjian Baru (New Testament atau Injil), kemudian Ibrahim, Musa, dan Isa dipercaya sebagai nabi yang diutus oleh Tuhan Yang Maha Esa. Ini jelas merupakan sikap Islam yang tolerans, berbeda dengan agama lain.
Pembebasan sepenuhnya dari penyembahan berhala merupakan bukti atas sehat dan bersihnya pokok-pokok ajaran Islam.
Ajaran asli yang diberikan oleh Muhammad saw. tidak bisa diubah atau ditambah oleh para sarjana hukum. Itulah Alquran yang tetap seperti keadaannya sewaktu diturunkan kepada Muhammad saw. untuk memberi petunjuk kepada kaum musyrikin waktu itu, tidak berubah, sama seperti sucinya jiwa Islam sendiri.
Kesederhanaan dalam segala hal merupakan dasar Islam yang merebut rasa kekaguman saya.
Rasulullah juga memperhatikan kesehatan para pengikutnya. Beliau memerintahkan supaya memperhatikan kebersihan, sebagaimana beliau menyuruh mereka berpuasa dan menguasai syahwat jasmani. Saya ingat pada waktu saya di masjid Istambul, Damsyik, Baitul Mukaddas, Kairo, Al-Jazair, Fez, dan lain-lain saya menyadari sedalam-dalamnya kemampuan Islam dengan kesederhanaannya untuk mengangkat jiwa rendah kemanusiaan ke langit ketinggian tanpa membutuhkan perhiasan yang rapi, patung, gambar, musik, atau upacara-upacara resmi. Sebab, masjid adalah tempat untuk bertafakur, melupakan diri dan mencampurkannya kepada hakikat besar dalam ingat kepada Allah Yang Esa.
Sifat demokratis Islam jelas mempengaruhi rasa kekaguman saya dalam persamaan hak antara raja yang berkuasa dan kaum fakir miskin. Dalam masjid, semuanya bersujud kepada Allah SWT. Tidak tersedia tempat yang khusus untuk sesuatu golongan.
Seorang mukmin tidak mengakui adanya perantara antara dirinya dengan Tuhan. Dia menghadap langsung kepada Tuhan yang tidak dilihatnya. Allah pencipta semua makhluk dan pemberi hidup, tanpa paksaan untuk memohon ampun atau untuk mempercayai kekuasaan seorang guru untuk memberi pembebasan dosa.
Dan persaudaraan seluruh dunia dalam ajaran Islam yang menentang perbedaan ras, politik, warna kulit dan daerah telah mantap dalam jiwa dan rasa saya. Ini adalah kenyataan lain yang mendorong dan memimbing saya memeluk Islam ….
Label:
IWAN
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar